Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Jogja

Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Jogja – Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan instruktur sebagai bahan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Penyusunan bahan ajar bertujuan untuk menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta, yaitu bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta. Dimana bahan ajar nantinya membantu peserta dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku yang terkadang sulit diperoleh.

Manfaat lain penyusunan bahan ajar ialah agar pendidik tidak lagi bergantung kepada teks dalam buku, memperkaya karna dikembangkan dari berbagai referensi, menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menulis bahan ajar, membangun komunikasi pembelajaran yang efektif karna peserta akan menjadi lebih percaya kepada pendidiknya.

Salah satu kendala yang membuat pendidik jarang membuat bahan aja sendiri ialah tidak dikuasainya bahan ajar yang dimiliki dikarenakan petunjuk pembuatan bahan ajar yang ada saat ini terkadang sulit dipahami dan susah dipraktikan. Berikut beberapa langkah-langkah penyusunan dan pembuatan bahan ajar yang mudah dipraktikkan. Langkah-langkah pokok dalam penyusunan dan pembuatan bahan ajar terdiri dari :

Langkah 1: Menganalisis Kebutuhan Bahan Ajar

Perlu diketahui bahwa analisis kebutuhan belajar merupakan suatu proses awal yang dilakukan dalam menyusun bahan ajar. Tahap ini terdiri dari 3 tahap, yaitu: analisis terhadap kurikulum, analisis sumber belajar, dan penentuan jenis serta judul bahan ajar. Berikut penjelasan dari tahapan tersebut:

  • Tahap 1 : Menganalisa Kurikulum

Pada tahap ini anda perlu menentukan kompetensi-kompetensi yang memerlukan bahan ajar. Dengan begitu, bahan ajar yang dibuat diharapkan dapat menjadikan peserta didik menguasai kompetensi yang ditentukan. Dalam pencapaiannya, ada 5 hal perlu dipelajari, yaitu:

1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik mengenai penguasaan pengetahuan, sikap serta keterampilan yang dicapai pada tiap tingkatan. Standar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar acuan baku yang wajib dipenuhi dan secara nasional.

2. Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar merupakan sejunlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu untuk menyusun indikator kompetensi. Dalam hal ini pendidik perlu mengidentifikasi kompetensi dasar yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik.

3. Indikator Ketercapaian Hasil Belajar

Indikator adalah rumusan kompetensi yang spesifik serta dapat dijadikan acuan kriteria penilaian dalam menentukan kompeten atau tidaknya peserta didik. Setelah analisis kompetensi dasar, hal berikutnya ialah indikator sehingga pendidik dapat mempertimbangkan dalam menentukan bahan ajar yang tepat.

4. Materi Pokok

Materi pokok merupakan sejumlah informasi utama yang berisikan pengetahuan, keterampilan, acuan nilai yang telah disusun oleh pendidik agar peserta didik dapat menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Materi pokok merupakan objek analisis berikutnya yang harus ditelaah.

5. Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar merupakan aktivitas yang didesain pendidik agar dapat dilakukan oleh peserta didik agar mereka menguasai kompetensi yang telah ditentukan melalui kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan. Sehingga, pengalaman belajar harus disusun secara jelas dan operasional agar dapat langsung dipraktikan dalam pembelajaran.

  • Tahap 2 : Menganalisa Sumber Belajar

Setelah melakukan analisa kurikulum, berikutnya yang diperlukan ialah menganalisis kebutuhan belajar. Adapun kriteria analisis terhadap sumber belajar yaitu dilakukan berdasarkan kesesuaian, ketersediaan dan kemudan dalam memanfaatkannya. Berikut merupakan cara analisis sumber belajar, diantaranya:

  1. Kriteria Ketersediaan

Kriteria ketersediaan setidaknya mengacu pada sumber belajar di sekitar anda. Usahakan agar sumber belajar yang digunakan praktis dan ekonomis, sehingga mudah untuk disediakan.

2. Kriteria Kesesuaian

Kriteria kesesuaian disini berarti apakah sumber belajar sudah sesuai atau belum dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Apabila sumber belajar ternyata dapat membantu peserta didik menguasai kompetensi, maka sumber belajar tersebut sudah layak untuk digunakan.

3. Kriteria Kemudahan

Kriteria kemudahan disini berarti mudah atau tidaknya sumber belajar itu disediakan maupun digunakan. Dengan demikian, bahan ajar bisa benar-benar efektif sehingga dapat membuat peserta didik menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.

  • Tahap 3 : Memilih serta Menentukan Bahan Ajar

Tahap ini bertujuan untuk memenuhi bahwa bahan ajar harus menarik dan dapat membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi. Beberapa prinsip yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan bahan ajar, yaitu:

  1. Prinsip Relevansi, yaitu bahan ajar yang dipilih sebaiknya berhubungan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  2. Prinsip Konsistensi, yaitu bahan ajar yang dipilih harus mempunyai nilai kestabilan. Sehingga, antara kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik dengan bahan ajar yang sudah disiapkan memiliki keselarasan dan kesamaan.
  3. Prinsip Kecukupan, yaitu ketika pendidik memilih bahan ajar hendaknya dicari yang memadai dan membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.

Langkah 2: Menyusun Peta Bahan Ajar

Pada langkah menyusun peta bahan ajar, hal penting yang perlu dilakukan menurut Dinas paling tidak ada tiga kegunaan penyusunan peta kebutuhan bahan ajar, diantaranya:

  1. Dapat mengetahui jumlah bahan ajar yang ditulis
  2. Dapat mengetahui sekuensi atau urutan bahan ajar dalam menentukan prioritas penulisan
  3. Dapat menentukan sifat bahan ajar

Penting bagi pendidik untuk memahami bahan ajar yang bersifat dependent dan independent. Bahan ajar dependent merupakan bahan ajar yang kaitannya antara bahan ajar satu dengan bahan ajar lainnya sehingga dalam penulisan perlu saling memperhatikan satu sama lain. Sedangkan bahan ajar independent merupakan bahan ajar yang berdiri sendiri atau dalam penyusunannya tidak perlu harus memperhatikan atau terikat dengan bahan ajar lain.

Langkah 3: Membuat Bahan Ajar Berdasarkan Struktur

Pada langkah ini pembuatan struktur bahan ajar terdiri dari susunan bagian-bagian yang kemudian dipadukan sehingga menjadi sebuah bangunan utuh yang disebut bahan ajar. Oleh karena itu, pendidik perlu memahami serta mengetahui masing-masing bentuk bahan ajar agar bisa membuat berbagai bahan ajar yang baik.

Bagi kalian yang ingin mengadakan pelatihan penyusunan bahan ajar Jogja, kalian bisa mendaftarkan diri kalian ke IMKOM Academy Yogyakarta. Kalian cukup mengisikan form pendaftaran dan melakukan pembayaran. Info kursus lainnya dapat kalian lihat disini. Nah, jika informasi yang ditawarkan masih bingung, kalian bisa langsung datang ke kantor kami di Jl. Sepakbola No. 120, Ngropoh, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283.